SUBULUSSALAM, ACEH| InfoGloball .com– Penyelenggara roda pemerintahan di Kota Subulussalam memasuki babak baru. Walikota Subulussalam, M. Rasyid Bancin, secara resmi melakukan rotasi dan penyegaran jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam. Langkah strategis ini tertuang dalam Keputusan Walikota Nomor 800.1.3.3/107/2026 hingga 110/2026, yang menandai reposisi sejumlah pejabat struktural dari level eselon II hingga jabatan pengawas. Senin(16/3).
Reposisisi Strategis dan Penunjukan Plt. Sekda
Dalam dinamika pelantikan kali ini, beberapa nama mencuri perhatian publik karena peran krusial yang mereka emban. Sairun, S.Ag., M.Si, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), kini dipercayakan menakhodai Dinas Perhubungan Kota Subulussalam. Selainnya, Hidayatul Mukhlish, S.Sos – yang sebelumnya bertugas di bidang administrasi perkantoran Dinas Perpustakaan dan Arsip – kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Subulussalam, sebuah posisi yang krusial dalam pengelolaan data masyarakat dan pelayanan kependudukan.
Sejalan dengan kekosongan kursi Sekda, Walikota menunjuk Asrul Assani, SE, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah. Penunjukan ini dianggap sebagai langkah taktis untuk menjaga ritme administrasi pemerintahan tetap stabil di tengah transisi kepemimpinan dan kebijakan daerah.
Pengangkatan Pejabat Pengawas dan Struktural yang Luas
Selain reposisi pejabat pimpinan tinggi pratama, pemerintah kota juga melaksanakan pengangkatan dan pelantikan sejumlah pejabat pengawas serta struktural di berbagai dinas, dengan penempatan yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan sinergi antar unsur pemerintahan:
- Fatimah Zahro Ritonga, S.Ag – sebelumnya Kepala Bidang Pengawasan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi – kini menjabat sebagai Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Subulussalam, memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan peraturan daerah.
- Muhammad Syahrul Harahap, SPd, MIP – sebelumnya Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan – kini menjadi Kepala Seksi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pembinaan terhadap aparatur desa dan kelurahan.
- Leni Muliani, ST – sebelumnya Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan – kini berpindah bidang menjadi Kepala Seksi Pengembangan Pemuda Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, memperkuat upaya pengembangan potensi pemuda daerah.
- Nurdiati Saputri, SHI – sebelumnya Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah – kini menjabat sebagai Kepala Seksi Layanan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika, yang bertugas untuk meningkatkan transparansi dan akses informasi publik.
- Baginda, ST – sebelumnya Kepala Bidang Bina Konstruksi dan Tata Ruang Dinas PUPR – kini menjadi Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Pangan, dengan fokus untuk memperkuat sistem distribusi dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
- Nani Marlina Harahap, SE – sebelumnya Kepala Bagian Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah – juga menjalani reposisi jabatan sebagai bagian dari restrukturisasi yang komprehensif.
- Nurul Hafni, S.Keb – sebelumnya Kepala Bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana – kini menjabat sebagai Kepala Seksi Telekomunikasi Dinas Kominfo, mendukung pengembangan infrastruktur dan layanan telekomunikasi daerah.
- Jairul Saleh, ST – sebelumnya Camat Simpang Kiri – kini dipercayakan sebagai Kepala Seksi Perencanaan Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan, yang akan mendukung perencanaan dan pengembangan infrastruktur transportasi di bawah kepemimpinan Sairun.
Sinergi Politik dan Hangatnya Silaturahmi di Pendopo
Momentum pelantikan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan memberikan nuansa berbeda. Pasca-prosesi formal pengambilan sumpah jabatan, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Pendopo Walikota Subulussalam.
Hadirnya tokoh-tokoh penting dalam jamuan tersebut, tentu menambah bobot politis dan sosial. Terlihat hadir Fajri Munthe, Ketua DPC Partai Golkar Subulussalam, yang berbaur dengan para pejabat yang baru dilantik. Kehadiran tokoh politik senior ini seolah mengirimkan sinyal kuat mengenai pentingnya sinergisitas antara eksekutif dan elemen politik daerah demi terciptanya stabilitas pembangunan.
Analisis: Lebih dari Sekadar Rotasi Rutin
Secara intelektual, rotasi jabatan yang dilakukan M. Rasyid Bancin bukan sekadar pemindahan personel secara administratif, melainkan sebuah “Bureaucratic Re-engineering”. Walikota tampak sedang berupaya meletakkan figur-figur tertentu pada posisi yang dianggap membutuhkan akselerasi tinggi, seperti sektor perhubungan, kependudukan, pengawasan, hingga bidang pangan dan komunikasi yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, narasi yang dibangun menekankan pada aspek integritas dan peningkatan layanan publik. Dengan komposisi baru ini yang melibatkan perpindahan lintas bidang dan peningkatan kapasitas pada posisi strategis, publik Subulussalam menaruh harapan besar agar mesin birokrasi dapat bekerja lebih lincah (agile) dalam merespons dinamika sosial-ekonomi masyarakat.
Catatan Redaksi: Restrukturisasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi perbaikan indeks reformasi birokrasi di Kota Subulussalam di bawah kepemimpinan M. Rasyid Bancin, dengan harapan setiap pejabat yang baru dilantik dapat membawa wawasan baru dan semangat kerja yang lebih optimal untuk kemajuan daerah.

