Jakarta, 26 Februari 2025 Infogloball.com– Indonesia mencetak sejarah baru dalam sektor ekonomi, dengan diresmikannya Bank Emas pertama di tanah air oleh Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Langkah strategi ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perekonomian dunia, sejalan dengan tren global yang mulai kembali beralih pada aset bernilai intrinsik tinggi seperti emas dan perak.
Transformasi Ekonomi: Indonesia Menuju Era Keemasan
Peresmian Bank Emas ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi ekonomi. Salah satunya adalah Putra Nasrullah, Ketua Ormas Perkumpulan Pedang Keadilan Perjuangan (P-PKP) Aceh, yang menyatakan bahwa inisiatif ini tidak hanya strategis ekonomi, tetapi juga memiliki landasan historis dan religius yang kuat.
“Ini merupakan langkah yang sangat tepat, karena dalam sejarah, emas dan perak telah terbukti menjadi alat tukar yang stabil. Bahkan Rasulullah Muhammad SAW telah menyebutkan bahwa di akhir zaman, emas dan perak akan kembali menjadi alat tukar utama,” ujar Putra Nasrullah.
Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang dikutip mendukung pandangan ini:
“Waktu akan kembali seperti semula, dan pada akhirnya tidak ada yang berharga selain emas dan perak.” (HR.Muslim)
“Sebelum hari berhenti, tidak ada yang berharga selain emas dan perak.” (HR.Abu Dawud)
“Di akhir zaman, tidak ada yang berharga selain emas dan perak. Mereka akan menjadi alat tukar dan pembayaran.” (HR. Ibnu Majah)
Dampak Global: Peluang dan Tantangan
Keberadaan Bank Emas di Indonesia tidak hanya akan memberikan manfaat domestik, tetapi juga berdampak luas terhadap perekonomian global. Jika tren ini berkembang, negara-negara yang tidak memiliki cadangan emas dan perak dapat menghadapi tantangan besar.
Dampak bagi negara tanpa emas dan perak:
1. Ketergantungan Ekonomi – Negara yang tidak memiliki
emas akan semakin bergantung pada negara yang memiliki cadangan emas yang besar.
2. tidak membayar Utang – Tanpa emas sebagai cadangan, negara bisa kesulitan dalam melunasi utang internasional.
3. Inflasi yang Tidak Terkendali – Nilai mata uang negara tanpa emas bisa turun drastis.
4. Perdagangan Internasional Terhambat – Negara yang tidak memiliki emas bisa mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi global.
5. Ketergantungan pada Bantuan Internasional – Tanpa cadangan emas yang cukup, negara bisa semakin terikat dengan pinjaman luar negeri.
Sementara itu, bagi negara yang memiliki emas dan perak, keuntungan yang bisa didapat sangat besar.
Dampak positif bagi negara pemilik emas dan perak:
1. Kedaulatan Ekonomi – Negara dengan cadangan emas akan lebih mandiri dalam mengatur kebijakan ekonominya.
2. Stabilitas Finansial – Emas merupakan aset yang nilai stabil, sehingga bisa menjadi pelindung dari krisis ekonomi.
3. Penguatan Mata Uang – Negara dengan cadangan emas yang kuat akan memiliki mata uang yang lebih bernilai.
4. Kemudahan Bertransaksi di Pasar Global – Emas diakui secara internasional, sehingga dapat memperlancar perdagangan dunia.
5. Peningkatan Kemandirian Ekonomi – Negara yang memiliki emas tidak mudah terpengaruh oleh ekonomi global.
Prospek Indonesia sebagai Pemimpin Ekonomi Berbasis Emas
Dengan diresmikannya Bank Emas ini, Indonesia berpeluang menjadi pelopor dalam sistem ekonomi berbasis emas. Jika negara lain mulai mengikuti langkah ini, sistem keuangan dunia dapat mengalami transformasi besar, dari sistem berbasis fiat menuju sistem berbasis aset nyata.
Selain memperkuat daya saing ekonomi, keberadaan Bank Emas juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kepercayaan terhadap stabilitas keuangan nasional. Masyarakat dapat mulai mengubah kekayaannya menjadi bentuk emas menjadi investasi yang lebih aman dan tahan terhadap inflasi.
Langkah ini tidak hanya menjadi kebijakan ekonomi semata, namun juga menjadi simbol kembalinya era keemasan yang lebih stabil dan berkeadilan. Dengan strategi yang tepat, Indonesia bisa menjadi pusat perekonomian dunia, sekaligus memberikan inspirasi bagi negara lain untuk kembali ke sistem keuangan berbasis emas.
Kesimpulan
Peresmian Bank Emas di Indonesia adalah langkah monumental yang bisa mengubah arah perekonomian nasional dan global. Dengan potensi besar yang dimiliki, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat ekonomi berbasis emas di dunia. Namun, langkah keberhasilan ini akan sangat bergantung pada kebijakan lanjutan, kesiapan infrastruktur, serta bagaimana masyarakat dan pelaku berupaya merespons perubahan besar ini.
Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara dengan sistem ekonomi paling stabil di dunia, sekaligus membuktikan bahwa emas dan perak memang merupakan standar nilai sejati yang tak lekang oleh waktu.
(Red)