Subulussalam, 14 Juli 2024, Infogloball.com – Tokoh pemekaran Subulussalam, Darwis Ibrahim, yang merupakan juga mantan DPRK Singkil-Subulussalam periode 2004-2009, mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap kondisi pemerintahan Kota Subulussalam yang dinilainya sangat amburadul dalam tata kelola pemerintahan. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Darwis menekankan bahwa ia dan para pejuang pemekaran lainnya telah berjuang dengan sangat keras untuk memisahkan Subulussalam dari kabupaten induk, namun hasil yang terlihat saat ini sangat jauh dari harapan.
“Proses pemekaran Subulussalam bukanlah perjuangan yang mudah. Kami melalui berbagai rintangan dan tantangan demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat Subulussalam,” ujar Darwis dengan nada kecewa. “Namun, pemerintahan saat ini seolah tidak serius mengelola daerah ini dan terkesan tidak menghargai pengorbanan kami.”
Menurut Darwis, sejumlah masalah tata kelola yang terjadi saat ini menunjukkan kurangnya komitmen dan kompetensi dalam menjalankan roda pemerintahan. “Birokrasi yang tidak efisien, anggaran yang tidak transparan, serta pelayanan publik yang minim adalah beberapa contoh dari masalah yang ada. Ini sangat disayangkan mengingat harapan besar masyarakat terhadap pemerintahan baru ini.”
Ia juga menyoroti bahwa pemerintahan saat ini seharusnya menghargai dan meneruskan semangat perjuangan para pendiri yang telah bersusah payah memperjuangkan pemekaran. “Kami tidak mengharapkan balasan, namun setidaknya tunjukkan penghargaan dengan bekerja keras untuk kemajuan daerah ini,” tambahnya.
Darwis berharap agar pemerintahan Kota Subulussalam segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah-langkah nyata untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. “Ini adalah tanggung jawab besar yang tidak boleh diabaikan. Masyarakat Subulussalam berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik dan pemerintahan yang transparan serta akuntabel,” tegasnya.
Sebagai penutup, Darwis Ibrahim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawasi dan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah, terkhusus kepada sahabatnya Salmaza dan Asmaudin, agar Subulussalam bisa berkembang sesuai dengan cita-cita pemekaran yang telah diperjuangkan dengan susah payah.
PN.

