Subulussalam, 10 November 2025 Infogloball.com– Kota Subulussalam mencatatkan prestasi membanggakan dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh tahun ini. Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh Walikota Subulussalam, H. Rasyid Bancin, yang memberikan kesempatan kepada peserta cabang Tahfidzul Hadits untuk berlomba, meskipun cabang ini tergolong baru dan awalnya tidak diperhitungkan dalam perolehan poin daerah.
Mustawa Alfasy S.Pd.I M.Ag, alumni S2 Fakultas Ushuluddin jurusan Ilmu Hadist UIN Sumatera Utara yang dipercaya sebagai pembimbing Tahfidzul Hadist di Subulussalam, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Walikota H.Rasyid Bancin. “Seharusnya cabang Tahfidzul Hadits ini tidak ikut dilombakan karena merupakan cabang baru dan tidak mempengaruhi poin daerah. Namun, berkat dukungan kuat dari Bapak Walikota, peserta kita tetap diberangkatkan ke provinsi,” ujarnya.
Hasilnya, Subulussalam berhasil meraih juara harapan satu yang diraih oleh Lola Anjani binti Raja Laut dari Desa Kuta Cepu, Kecamatan Simpang Kiri, pada cabang hafalan 500 hadist tanpa sanad. Lola saat ini merupakan mahasiswi di STIT-HAFAS Kota Subulussalam. Selain itu, Rasyidah binti Fajaruddin dari Kecamatan Sultan Daulat juga meraih juara harapan tiga pada cabang hafalan 100 hadist bersanad.
MTQ Aceh tahun ini memang menghadirkan inovasi dengan memasukkan cabang musabaqah hafalan hadist. Langkah ini bertujuan untuk memperluas pemahaman dan penghayatan terhadap sumber ajaran Islam, tidak hanya Al-Qur’an tetapi juga Hadits.
“Kalau dulu hanya Al-Qur’an, sekarang sudah ada cabang hadist ini. Ini sangat positif untuk memperluas cakupan MTQ,” tambah Mustawa Alfasy.
Mengenal Lebih Dekat Tahfidzul Hadits
Tahfidzul Hadits adalah cabang lomba yang menguji kemampuan peserta dalam menghafal hadits-hadits Nabi Muhammad SAW secara mutqin (kuat dan lancar), disertai pemahaman terhadap sanad, matan, dan kandungan maknanya. Tujuan utama dari cabang ini adalah melahirkan generasi penghafal hadist yang mampu menjaga kemurnian sunnah Rasulullah SAW dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Cabang Tahfidzul Hadits:
– Mendorong kecintaan umat Islam terhadap sunnah Nabi SAW.
– Meningkatkan jumlah dan kualitas penghafal hadis di Indonesia.
– Menumbuhkan semangat mengamalkan nilai-nilai hadis dalam kehidupan nyata.
– Membentuk generasi berakhlak karimah yang meneladani Rasulullah SAW.
Kategori Peserta dan Golongan Hafalan:
Cabang ini dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan jumlah hadist yang dihafal, baik putra maupun putri:
– 100 Hadist (Bersanad)
– 500 Hadist (Tanpa Sanad)
Setiap golongan menguji hafalan serta pemahaman makna hadits yang diujikan, terutama dalam konteks akhlak, ibadah, dan muamalah.
Prestasi yang diraih Subulussalam dalam MTQ Aceh ini menjadi bukti bahwa dukungan dan perhatian terhadap pengembangan ilmu keislaman, khususnya Tahfidzul Hadits, dapat membuahkan hasil yang membanggakan. Semoga ke depan, semakin banyak generasi muda yang termotivasi untuk mempelajari dan mengamalkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.
(Red)

