Search
Close this search box.
Saturday, 5 April 2025

Rasyid Janji 3 Tahun Nol Defisit, Jaswadi: ‘Itu Realistis!’

Subulussalam, 18 Februari 2025 Infogloball.com– Usai apel perdana di Kantor Walikota Subulussalam (17/2), janji kampanye Walikota H. Rasyid Bancin kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Dalam janji politiknya, Rasyid berkomitmen untuk menyelesaikan defisit anggaran daerah dalam tiga tahun ke depan. Namun, banyak warga mulai menunjukkan sikap pesimis terhadap realisasi janji tersebut, mengingat kondisi keuangan daerah yang masih jauh dari stabil.

Pernyataan Walikota terkait penyelesaian defisit mendapat respon positif dari Kabid (Kepala Bidang) Anggaran BPKAD Kota Subulussalam, Teuku Jaswadi, SE, MSi yang akrab disapa TJ. Ia menilai bahwa janji tiga tahun untuk menghapus defisit sangat realistis. Menurutnya, penyelesaian defisit keuangan di negeri Sada Kata ini sudah seharusnya menjadi beban pemikiran bersama antara pihak eksekutif dan legislatif, jika kebijakan ini dijalankan bersama dengan cara yang tepat, defisit bisa diatasi dalam waktu yang lebih singkat lagi.

“Defisit Keuangan di Kota Subulussalam diawali dari utang daerah dari tahun ke tahun. Saya sangat mendukung upaya Walikota untuk menyelesaikan defisit keuangan yang diakibatkan oleh hutang daerah. Saat ini, Hanya hutang 2024 yang tidak mampu dibayarkan, berkisar kurang lebih sekitar 80 miliar, sedangkan hutang belanja tahun 2023, dalam struktur Rancangan APBK tahun 2025 sebesar Rp 75 miliar, termasuk tunggakan PEN dan cicilannya sudah dianggarkan untuk diselesaikan. Jika pemerintah daerah bersama DPRK serius dalam membuat kebijakan fiskal dan efisiensi anggaran, maka defisit keuangan  bisa diselesaikan lebih cepat,” tegas Jasmadi.

Jasmadi juga menambahkan bahwa langkah-langkah konkret akan segera diambil, seperti optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), efisiensi belanja daerah, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran. “Tiga tahun itu sangat realistis, jika kita bisa memangkas pengeluaran yang tidak penting dan meningkatkan penerimaan daerah melalui strategi yang lebih agresif,” tambahnya.

Di sisi lain, sejumlah pengamat ekonomi daerah menilai bahwa janji Rasyid memang ambisius, namun tidak mustahil dicapai. Kunci utama terletak pada pengelolaan fiskal yang disiplin dan upaya meningkatkan efektivitas program pembangunan ekonomi daerah.Deskripsi Gambar

Kini, publik menunggu gebrakan awal dari Walikota Subulussalam dalam mewujudkan janjinya. Apakah target nol defisit dalam tiga tahun bisa dipercepat? Ataukah tantangan ekonomi dan birokrasi akan menjadi hambatan yang membuat janji tersebut sulit terealisasi? Waktu yang akan menjawab.

(Red)