Subulussalam, 4 April 2026 Infogloball.com– Kejaksaan Negeri (Kejari) Subulussalam melalui Bidang Intelijen Delfiandi,SH.MH menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM), Selasa (3/2/2026).
Rapat berlangsung sekira pukul 10.00 WIB di Aula Kantor Badan Kesbangpol Kota Subulussalam.
Rakor ini dipimpin langsung Kepala Seksi Intelijen Kejari Subulussalam, Delfiandi, SH, MH, dan bertujuan untuk sharing informasi, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergi lintas instansi dalam upaya pengawasan dan pencegahan dini terhadap potensi berkembangnya aliran kepercayaan maupun aliran keagamaan yang menyimpang.
“Kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini agar potensi penyimpangan dapat diantisipasi sejak awal sebelum menimbulkan keresahan sosial dan gangguan ketertiban masyarakat,” demikian disampaikan dalam rakor tersebut.
Rapat koordinasi ini dihadiri seluruh Tim PAKEM Kota Subulussalam, unsur TNI-Polri, Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Subulussalam menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam pengawasan dan pencegahan aliran yang berpotensi menyimpang. Menurutnya, keberadaan aliran kepercayaan dan keagamaan yang tidak sesuai ketentuan dapat memicu konflik antarwarga dan mengganggu keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Subulussalam Delfiandi, SH. MH menjelaskan bahwa PAKEM merupakan bagian dari tugas Kejaksaan dalam melakukan pengawasan, menerima, serta menganalisis laporan atau informasi terkait aliran kepercayaan dan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pengawasan ini dilakukan sebagai langkah preventif terhadap potensi penyimpangan maupun penodaan agama,” ujarnya.
Ketua MPU Kota Subulussalam turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama serta koordinasi yang baik antar instansi dan tokoh agama dalam menyikapi isu-isu sensitif keagamaan secara bijak dan berimbang.
Di sisi lain, unsur TNI dan Polri menyatakan komitmennya untuk terus melakukan monitoring, pertukaran informasi, serta deteksi dini terhadap setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, dan kerukunan umat beragama di Kota Subulussalam.
Melalui rakor PAKEM ini, seluruh peserta sepakat pentingnya sinergi berkelanjutan lintas sektor guna menjaga stabilitas dan kerukunan masyarakat, sekaligus mengantisipasi munculnya aliran kepercayaan dan keagamaan yang berpotensi menyimpang di wilayah Kota Subulussalam.
(Red)

