PAKPAK BHARAT| InfoGloball.com – Jenazah Robert Sinamo, korban yang hilang setelah tergelincir ke aliran sungai Lae Ordi pada Kamis (26/3), berhasil ditemukan pada pagi hari ini (3/4) di kawasan Air Terjun Lae Une, Kabupaten Pakpak Bharat. Setelah melalui proses evakuasi yang hati-hati, jenazah telah dimakamkan dengan khidmat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Aornakan II pada sore hari.
PROSES PENEMUAN DAN EVAKUASI YANG HATI-HATI
Tim gabungan Pencarian dan Penyelamatan (SAR) yang telah melakukan upaya pencarian selama tujuh hari bertemu dengan jenazah Robert Sinamo di bagian bawah aliran sungai yang mengalir menuju Air Terjun Lae Une. Lokasi penemuan yang berada di kawasan dengan medan alam yang sangat berat menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang melakukan evakuasi.
Hadir dalam proses evakuasi adalah berbagai pihak terkait, termasuk personel Kepolisian Resor Pakpak Bharat, anggota keluarga almarhum, serta perwakilan masyarakat sekitar. Setiap langkah evakuasi dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap almarhum, dengan memperhatikan protokol yang berlaku dan nilai budaya masyarakat setempat.
Setelah melalui proses identifikasi dan pemeriksaan medis dasar, jenazah almarhum dibawa ke TPU Desa Aornakan II untuk dilakukan pemakaman sesuai dengan adat dan agama yang dianut keluarga. Banyak warga masyarakat yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
KETERANGAN RESMI DARI KEPALA BPBD PAKPAK BHARAT
Dalam keterangan resmi yang disampaikan setelah proses pemakaman selesai, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pakpak Bharat, Augusman Harapan Padang, ST, M.Si, menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus mengungkapkan faktor-faktor yang memperlambat proses pencarian:
”Dengan segala rasa hormat dan penghormatan kepada keluarga almarhum, kami ingin menyampaikan bahwa proses pencarian yang kami lakukan memakan waktu tujuh hari. Atas nama seluruh tim gabungan SAR, saya secara pribadi memohon maaf jika proses ini terasa lama bagi keluarga dan masyarakat. Semua ini terjadi bukan karena kurangnya upaya, melainkan karena keterbatasan yang kita hadapi – mulai dari medan alam yang sangat berat dengan lereng curam dan aliran sungai yang deras, kondisi cuaca yang tidak selalu mendukung, hingga keterbatasan akses alat dan sarana yang dapat menjangkau lokasi terdampar dengan cepat,” jelasnya dengan nada yang penuh rasa tanggung jawab.
Ia menambahkan bahwa setiap langkah pencarian dilakukan dengan penuh kesungguhan dan memperhatikan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
KRONOLOGI KEJADIAN DAN PARTISIPASI MULTI PIHAK
Robert Sinamo hilang setelah tergelincir dan terjatuh ke aliran sungai Lae Ordi pada hari Kamis (26/3) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat kejadian, almarhum bersama beberapa rekannya sedang melakukan aktivitas pemantauan kondisi lingkungan dan sumber daya air di kawasan tersebut.
Sejak saat itu, BPBD Pakpak Bharat langsung mengkoordinasikan upaya pencarian yang melibatkan berbagai pihak, antara lain:
- Tim SAR Basarnas Sumatera Utara
- Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
- Relawan Tagana Kabupaten Pakpak Bharat
- Masyarakat sekitar yang memiliki pengetahuan mendalam tentang medan lokal
- Perwakilan Kantor Camat Pergetteng-Getteng Sengkut
- Personel Pemerintah Desa Aornakan II
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa upaya penyelamatan adalah tanggung jawab bersama, di mana setiap pihak berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan keahlian yang dimiliki.
HARAPAN DAN PELAJARAN YANG DIAMBIL
Augusman Harapan Padang menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak terkait tentang pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama dalam menghadapi bencana atau kejadian darurat di kawasan dengan medan alam yang kompleks:
”Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pencarian ini untuk mengidentifikasi poin-poin yang dapat diperbaiki ke depannya. Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas SAR lokal dan menyediakan sarana yang lebih memadai untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah ikut berperan aktif dalam proses pencarian dan evakuasi, serta kepada keluarga almarhum yang telah memberikan pengertian selama proses berlangsung.
”Semoga almarhum Robert Sinamo ditempatkan pada tempat yang layak di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan untuk menghadapi kehilangan ini,” pungkasnya dalam tuturan penutup.
RED. TIM INFOGLOBALL

