Subulussalam, 29 April 2025, Infogloball.com– Setelah viralnya pemberitaan tentang Walikota Subulussalam, H. Rasyid Bancin yang dijuluki “Walikota Berlevel Gubernur,” kini langkah progresif kembali hadir dari Pemerintah Kota Subulussalam. Melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampong (DPMK) Subulussalam, Hamdansyah, SE, wacankan terobosan besar dalam bidang pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui Program “Dua Sarjana per Desa”, bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) Subulussalam.
Program ini bertujuan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat desa melalui pendidikan tinggi, dengan target menghasilkan minimal dua sarjana dari setiap desa di Subulussalam. Ketua STIT HAFAS, Syafnial, MM, menyambut antusias kerjasama strategis ini, yang dinilai akan membawa perubahan positif dalam pembangunan desa dan daerah.
Membangun dari Desa: Mengapa Program Ini Penting
Menurut Hamdansyah, persoalan krusial yang dihadapi Subulussalam saat ini adalah lemahnya kapasitas SDM di tingkat desa. “Tanpa SDM yang berkualitas, program-program pembangunan akan sulit terealisasi secara maksimal. Dengan dua sarjana di setiap desa, kami ingin membangun pondasi kuat untuk kemajuan berkelanjutan,” ujarnya.
Manfaat program ini dapat dirasakan dalam tiga aspek utama:
I. Untuk Desa:
1. Peningkatan Kapasitas SDM: Dua sarjana di setiap desa diharapkan mampu mempercepat transformasi sosial dan ekonomi melalui inovasi berbasis lokal.
2. Pengembangan Potensi Lokal: Lulusan perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak pengembangan sektor pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata desa, hingga pendidikan.
3. Peningkatan Kualitas Layanan: Desa akan lebih siap menyediakan pelayanan publik yang efektif dan responsif, dengan SDM yang memahami administrasi modern dan teknologi informasi.
II. Untuk STIT HAFAS:
1. Peningkatan Jumlah Mahasiswa: Program ini membuka peluang besar bagi STIT HAFAS dalam menjaring lebih banyak mahasiswa dari seluruh penjuru Subulussalam.
2. Meningkatkan Reputasi Akademik: Keberhasilan membentuk sarjana desa akan memperkuat posisi STIT HAFAS sebagai institusi pendidikan unggulan berbasis kebutuhan masyarakat.
3. Memperluas Jaringan Kerja Sama: Dengan desa-desa sebagai mitra, STIT HAFAS akan lebih aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, menciptakan sinergi nyata antara kampus dan komunitas.
III. Untuk Subulussalam:
1. Kualitas SDM Naik: Peningkatan jumlah sarjana akan membawa dampak luas terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
2. Pengembangan Ekonomi dan Sosial: Dengan SDM yang lebih baik, produktivitas ekonomi desa meningkat, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kota.
3. Daya Saing Daerah: Subulussalam dapat lebih percaya diri bersaing di kancah nasional, bahkan internasional, sebagai daerah dengan SDM terdidik dan adaptif.
Langkah Nyata Membangun Masa Depan
Program ini akan segera disosialisasikan ke seluruh desa dalam waktu dekat, dengan target angkatan pertama dimulai pada tahun akademik mendatang. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Subulussalam, DPMK, dan STIT HAFAS menjadi modal utama untuk memastikan kelangsungan dan keberhasilan program ini.
”Ini bukan sekadar pendidikan, ini adalah investasi jangka panjang bagi Subulussalam,” tegas Hamdansyah. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, dari kepala kampong hingga masyarakat desa, untuk bersama-sama menyukseskan program ini, demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.
(Red)