Subulussalam, 22 Januari 2025 Infogloball.com– Pengawas Benih Tanaman dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kota Subulussalam, Efrida, SP, mengungkapkan bahwa kuota pupuk bersubsidi untuk Kota Subulussalam tahun 2025 telah ditetapkan. Total kuota yang dialokasikan mencapai 700 ton urea, 569 ton NPK, dan 4,5 ton pupuk organik , yang akan disalurkan ke lima kecamatan melalui sembilan distributor resmi dengan harga het ( harga eceran tertinggi), sebagai berikut;
Urea = Rp. 2.350/kg
NPK Phonska = Rp. 2.300/kg
NPK utk Kakao = Rp. 3.300/kg
Organik = Rp. 800/kg
Efrida menyampaikan rincian distribusi pupuk bersubsidi ini kepada Ketua Ormas P-PKP (Perkumpulan Pedang Keadilan Perjuangan) Subulussalam, Putra Nasrullah, yang saat itu mengkonfirmasi beliau.
Berikut adalah alokasi kuota dan distributor di masing-masing kecamatan:
1. Kecamatan Simpang Kiri
Kuota: 207 ton urea, 170 ton NPK
Distributor:
UD.AISYAH Pegayo
Citra Pesona Bakal Buah
UD.Rayan Bakal Buah
2. Kecamatan Penanggalan
Kuota: 161 ton urea, 140 ton NPK, dan 4,5 ton pupuk organik
Distributor:
UD. Tetap Jaya Penuntungan
3. Kecamatan Sultan Daulat
Kuota: 115 ton urea, 90 ton NPK
Distributor:
Karya Tani Cipare-pare
Pelinsyiah Jambi Baru
4. Kecamatan Runding
Kuota: 195 ton urea, dan 149 ton NPK
Distributor:
UD. Teguh
Ronding Sinar Tani
5. Kecamatan Longkip
Kuota: 22 ton urea, dan 20 ton NPK
Distributor:
Gapoktan Mekar Sari
Efrida menambahkan bahwa pembagian ini dilakukan secara cermat agar dapat memenuhi kebutuhan petani di seluruh kecamatan secara proporsional. Ia juga menekankan pentingnya peran distributor untuk memastikan pupuk bersubsidi ini sampai kepada petani tepat waktu dan sesuai peruntukannya.
“Pemerintah Kota Subulussalam terus berkomitmen mendukung produktivitas petani dengan menyediakan pupuk bersubsidi secara tepat sasaran. Kami akan mengadakan pertemuan distribusi agar tidak terjadi penyimpangan,” ujar Efrida.
Dengan adanya distribusi pupuk bersubsidi yang merata, diharapkan produktivitas sektor pertanian di Subulussalam terus meningkat, serta dapat mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan petani lokal.
RED

